Organoleptic Quality of Mutton Smoked with Sawdust Source and Different Smoking Duration
Abstract
Smoking is a food processing method by preserving the food using timber to improve the flavor, colour, taste, and texture of the animal protein such as mutton, which has strong texture and pheromone flavor. Sawdust can be used as smoking material to decrease the wood wastes after logging. This study aimed to analized the organoleptic quality of smoked mutton based on the source of the sawdust and the smoking duration. This study used factorial complete random design with 4 sawdust sources (teak, chinese albizia, shorea, and dammar) and 3 different smoking durations (2, 3, and 4 hours). The measurement parameters used were colour, flavor, texture, tenderness, taste, juiceness, and general reception. The result of this study showed that the use of sawdust and the smoking duration had very significance (p < 0.01) towards the organoleptic quality of smoked mutton. The sawdust had very significance (p < 0,01) and the smoking duration had significance (p < 0,05) towards the organoleptic quality of smoked mutton. Shorea is the recommendation as good smoke material because it has preservation strength that rich from wood compounds, such as fenol and etanol. The smooking wood in 3 and 4 hours showed sufficient consumption than 2 hours because the period of smoke peoduction has been secured breakdown the nutrition and microbiology of mutton.
Keywords
References
Afid, M.D. dan T. Nurmasitoh. 2016. Efek konsumsi daging kambing terhadap tekanan darah. Kes Mas 10(1): 28-32.
Anonymous. 2017. Sukses Beternak Kambing. Oryza. Bantul.
Arizona, R., E. Suryanto dan Y. Erwanto. 2011. Pengaruh konsentrasi asap cair tempurung kenari dan lama penyimpanan terhadap kualitas kimia dan fisik daging. Buletin Peternakan 35(1): 50-56.
Arsyad, M. 2015. Karakteristik Sifat Mekanik Serat Sabut Kelapa (Cocos nucifera) Hasil Perlakuan Kimia [disertasi]. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Malang.
Artistien, S. dan Y.I. Mandang. 2002. Anatomi dan kualitas serat kayu Hibiscus macrophyllus Roxb. dan Artocarpus horridus Jarret. Buletin Penelitian Hasil Hutan 20(3): 243-257.
Azhari, A., S. Falah, L. Nurjannah, Suryani dan M. Bintang. 2014. Delignifikasi batang kayu sengon oleh Trametes versicolor. Current Biochemistry 1(1): 110.
Berlian, Z., A. Fatiqin dan E. Agustina. 2016. Penggunaan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam menghambat bakteri Escherichia coli pada bahan pangan. Bioilmi 2(1): 51-58.
Buntu, Y., S. Sinaga dan K. Suradi. 2020. Pengaruh lama pengasapan menggunakan kayu kosambi (Schleicera oleosa) terhadap sifat fisik dan akseptabilitas se’i daging babi. Jurnal Ilmu Teknologi Peternakan 8(1): 37-44.
Directorate of Animal Husbandry and Veterinary [PKH]. 2020. Statistika Peternakan dan Kesehatan Hewan 2020. Kementerian Pertanian RI. Jakarta.
Directorate of Nutrition. 2011. Panduan Diet Protein Rendah untuk Penyakit Ginjal Kronik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Fitri, C.A., S. Wajizah dan M.R. Pangestu. 2016. Nilai organoleptik daging ayam broiler dengan penambahan prebiotik Immuno Forte® pada berbagai level berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah 1(1): 731-738.
Frianto, D. dan A. Rojidin. 2014. Morfologi serat dan sifat fisis-kimia sesendok sebagai alternatif bahan baku pulp. Seminar Nasional MAPEKI XVII: 47-52.
Gobel, S.Y., Y. Prawiningdyah dan R.D. Budiningsari. 2011. Menu pilihan diit nasi yang disajikan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien VIP di Rumah Sakit Umum Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Gizi Klinik Indonesia 7(3): 136-145.
Hafid, H. dan A. Syam. 2007. Pengaruh aging dan lokasi otot terhadap kualitas organoleptik daging sapi. Buletin Peternakan 31(4): 209-216.
Hafid, H. dan A. Syam. 2009. Kualitas organoleptik daging kambing lokal dengan lama pelayuan dan cara pemasakan berbeda. Buletin Peternakan 33(3): 178-182.
Hafid, H., Nuraini dan A. Syam. 2000. Kualitas Daging Kambing Lokal dengan Metode Pelayuan dan Pemasakan serta Umur Berbeda. Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Kendari.
Harahap, M.F. 2017. Mutu hedonik daging puyuh (Coturnix-coturnix Javonica) dengan pemberian tepung limbah kulit kopi (Coffea Arabica L.). Jurnal Peternakan 1(1): 6-12.
Hastuti dan Suparman. 2018. Sifat kimia abon daging kambing Peranakan Etawa dengan lama penggorengan berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis 5(3): 73-78.
Herlina, W.T. Istikowati dan Fatriani. 2018. Analisis kimia serat kayu Bangkal (Nauclea officinalis) sebagai alternatif pulp kayu. Riset Industri Hasil Hutan 10(1): 21-32.
Indiarto, R., B. Nurhadi dan E. Subroto. 2012. Kajian karakteristik tekstur (Texture profile analysis) dan organoleptik daging ayam asap berbasis teknologi asap cair tempurung kelapa. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian 5(2): 106-116.
Jaya, B.S. 2001. Susut Masak dan Daya Terima Pengasapan Itik Mandalung pada Bobot Potong Berbeda [skripsi]. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Jufri, J., A. Hamzah dan B. Bahar. 2015. Manajemen Pengelolaan Makanan di Rumah Sakit Umum Lanto Dg. Pasewang Kabupaten Jeneponto [artikel tesis]. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.
Khaliq, A.G.A., Al-Azhari, A. dan Al-Uqdah, M.F. 2012. Metode Pengobatan Nabi. Syara’ from Ibn Qayyim Al-Jauziyyah. Griya Ilmu. Jakarta.
Konuti, R., F.S. Ratulangi, J.E.G. Rompis dan D.B.J. Rumondor. 2018. Pengaruh penggunaan perasan jeruk nipis [Citrus aurantifolia s.] terhadap mutu organoleptik sate kambing. Zootek vol. 38(1): 114-122.
Kustiyoasih, M.P., M. Adriani dan T.S. Nindya. 2016. Penyelenggaraan makanan dan kepuasan konsumen di Kantin lantai 2 Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. Media Gizi Indonesia 11(1): 11-16.
Lawrie, R.A. dan A. Parakkasi. 2003. Ilmu Daging. Universitas Indonesia Press. Depok.
Lempang, M. 2016. Sifat dasar dan potensi kegunaan kayu saling-saling. Penelitian Kehutanan Wallacea 5(1): 79-90.
Lempang, M. 2017. Sifat dasar dan kegunaan kayu Agathis (Agathis hamii M. Dr.) di Sulawesi Selatan. Penelitian Kehutanan Wallacea 6(2): 157-167.
Mansor, A.M., J.S. Lim, F.N. Ani, H. Hashim dan W.S. Ho. 2019. Characteristics of cellulose, hemicellulose and lignin of MD2 pineapple biomass. Chemical Engineering Transactions 72: 79-85.
Maslachah, L. 2016. Dampak Penggunaan Bahan Kimia pada Daging [artikel]. Aina edisi 8. Surabaya.
Mekarsari, M.D., P.R. Kale dan B. Sabtu. 2017. Pengaruh penggunaan asap cair kayu dan daun kusambi (Schleichera oleosa) terhadap kandungan air, lemak, protein, aroma dan warna se’i sapi. Nukleus Peternakan 4(2): 178-184.
Mirawati, R.J. Sitorus dan H. Hasyim. 2011. Analisis personal hygiene dan food handling pada penyelenggaraan makanan pasien RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat 1(11): 45-53.
Mirdhayati, I. 2015. Karakterisasi Peptida Inhibitor Angiotensin Converting Enzyme Hidrolisat Daging Kambing Kacang (Capra aegagrus hircus Linn.) dalam Potensinya sebagai Ingridien Pangan Fungsional [disertasi]. Program Studi Ilmu Pangan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Nugroho, M., S.H.C. Dewi dan N. Astuti. 2018. Pengaruh Asap Cair dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Kimia dan Kandungan Mikroorganisme Daging Kambing. Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana. Yogyakarta.
Nurhakim, L. 2005. Sifat dan Organoleptik Pasta Daging Kambing dengan Perlakuan Leaching dan Metode Kominusi [skripsi]. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Octaviana, M. 2017. Optimasi Preparasi Mikrokristalin Selulosa dari Sekam Padi Menggunakan H2O2 dan NaOCl untuk Sintesis Carboxymethyl Cellulose [skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Umiversitas Negeri Semarang. Semarang.
Patriani, P., H. Hafid, E. Mirwandhono dan T.H. Wahyuni. 2019. Kualitas daging domba dengan penerapan teknologi marinasi menggunakan kluwak fermentasi terhadap masa simpan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner: 491-499.
Purnomo, H. 2012. Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Daging. Brawijaya Press. Malang.
Pursudarsono, F., D. Rosyidi dan A.S. Widati. 2015. Pengaruh perlakuan imbangan garam dan gula terhadap kualitas dendeng paru-paru sapi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak 10(1): 35-45.
Ribarski, S., H. Lukanov, I. Penchev, A. Genchev dan E. Lyutskanova. 2015. Effect of salt-curing on physicochemical and technological properties of Japanese breast meat. Agricultural Science and Technology 7(3): 354-359.
Saputro, E., V.P. Bintoro dan Y.B. Pramono. 2016. Agen kyuring alami pengganti natrium nitrit sintetis pada kyuring daging sapi. Mediagro 12(1): 65-75.
Sari, K.I. dan W. Yohana. 2015. Tekstur makanan: Sebuah bagian food properties yang terlupakan dalam memelihara fungsi kognisi ?. Makassar Dental Journal 4(6): 184-189.
Setyaningsih, A. Apriyantono dan Sari. 2010. Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. IPB Press. Bogor.
Sopandi, T. dan Wardah. 2014. Mikrobiologi Pangan (Teori dan Praktik). Penerbit Andi. Yogyakarta.
Sriyani, N.L.P., I.N. Tirta A., S.A. Lindawati, I.N.S. Miwada. 2015. Kajian kualitas fisik daging kambing yang dipotong di RPH tradisional Kota Denpasar. Majalah Ilmiah Peternakan 18(2).
Sudibya. 2013. Metodologi Penelitian Peternakan. Graha Ilmu. Bandung.
Sudirman, G.O. 2016. Analisis Kandungan Albumin dari Pengolahan Ikan Gabus (Channa striata) Menggunakan Pengasapan Konvensional (Convensional smoked) dan Pengasapan Modern (Modern smoked). Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin. Gowa.
Sugiyono. 1989. Pengantar Teknologi Makanan dan Minuman. Fakultas Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta. Yogyakarta.
Sundari. 2015. Pengaruh penambahan nanopartikel ekstrak kunyit sediaan serbuk dalam ransum terhadap kualitas fisik daging ayam broiler umur 5 minggu. AgriSains 6(1): 89-104.
Supamri, Sugiarto dan Mappiratu. 2015. Mutu mikrobiologi dan organoleptik dendeng itik petelur afkir pada berbagai waktu kyuring dan konsentrasi garam dapur. Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako 4(3): 65-73.
Susanti, S., V.P. Bintoro, A. Hintono, N. Zuniati dan F. Arifan. 2020. Optimasi substitusi saus tomat dengan ekstrak semu jambu monyet pada formulasi bumbu marinasi steak. Jurnal Ilmiah Sains 20(2): 134-140.
Syafii, W. dan I.Z. Siregar. 2006. Sifat kimia dan dimensi serat kayu Mangium (Acacia mangium Willd.) dari tiga provenans. J. Tropical Wood Science and Technology 4(1): 28-32.
Tahir, M. 2018. Desain Terintegrasi Tungku, Penukar Panas, Siklon Separator dan Ruangan Bahan untuk Pengasapan Ikan [disertasi]. Program Studi Ilmu Pertanian Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.
Untu, I.M. 2009. Nilai organoleptik daging ayam asap selama penyimpanan pada suhu rendah. Warta Wiptek 34: 16-24.
Wati, A.K., S.D. Widyawati, W.P.S. Suprayogi dan J. Riyanto. 2019. The meat chemical quality of lamb’s longissimus dorsi muscles with addition of saponified animal and vegetable in the ration. IOP Conf. Series: Earth and Enviromental Science 250.0102077: 1-6.
Wikaningtyas, A.K. 2013. Pendugaan Umur Simpan Daging Ayam Asap pada Suhu Penyimpanan Berbeda dengan Metode Arrhenius [tugas akhir]. Fakultas Teknik Universitas Pasundan. Bandung.
Wikipedia. 2018. Pengasapan. htpp://id.wikipedia.org. Diakses pada 24 September 2018
Zulfahmi, M., Y.B. Pramono dan A. Hintono. 2014. Pengaruh marinasi ekstrak kulit nanas (Ananas comocus L. Merr) pada daging itik tegal betina afkir terhadap kualitas keempukan dan organoleptik. Jurnal Pangan dan Gizi 4(2): 19-25.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






























