Outermost Small Islands in Indonesia for Quarantine Area and Livestock Development
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Baihaqi R. 2006. Analisis keberadaan 92 pulau-pulau terluar di Indonesia dalam mendukung Pengembangan konsep tol laut. J Pendididkan Geografi. 16:184-197.
BPS. 2013. Jumlah rumah tanggga usaha peternakan di Provinsi Aceh. Jakarta (Indonesia): Badan Pusat Statistik.
Budiharta S, Purnomo PD. 2007. Keunggulan komparatif pemanfaatan pulau-pulau kecil dalam surveillance dan monitoring kesehatan hewan. Dalam: Workshop Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil untuk Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong. Bogor, 11 September 2007. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.
Cook BG. 2007. Setaria NSW Deprtment of Primary Industries - Setaria Agnote DPI-293. Pasture Autralia. A collaboration between AWI, GRDC, MLA, RIRDC and Dairy Australia [Internet]. Available from: http://keys.lucidcentral.org/keys/v3/pastures/index.htm
Destaranti, Sulistyani N, Yani E. 2017. Struktur dan vegetasi tumbuhan bawah pada tegakan pinus di RPH Kalirajut dan RPH Baturaden Banyumas. Scripta Biol. 4:155-160.
Direktorat Wilayah Pertahanan. 2010. Optimalisasi pengelolaan 12 pulau-pulau kecil terluar yang berbatasan dengan negara tetangga guna memperkuat batas maritim NKRI. Jakarta (Indonesia): Kementerian Pertahanan.
Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal. 2017. Potensi daerah tertinggal di Kabupaten Aceh Singkil. Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal [Internet]. [cited 1 January 2018]. Available from: http://ditjenpdt.kemendesa.go.id/potensi/district/6-kabupaten-aceh-singkil
Ditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. 2004. Kebijakan dan strategi nasional pengelolaan pulau-pulau kecil. Mawardi I, Retraubun AS, penyunting. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan.
Fauzi A. 2003. Penilaian potensi ekonomi sumberdaya pulau-pulau kecil. Denpasar (Indonesia): Seminar Potensi Investasi Pulau-Pulau Kecil.
Hall EAA, Specht RI, Eardly. 1964. Regeneration of the vegetaion on koonamore vegetation reserve 1926-1962. Aust J Bot. 12:205-264.
Ibemesin RI. 2010. Effect of sallinity and wytch farm crud oil on Paspalum conjugatum bergius (sour grass). J Biol Sci. 10:122-130.
Inounu I. 2007. Pemanfaatan pulau-pulau kecil untuk pengembangan usaha ternak sapi potong. Dalam: Workshop Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil untuk Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong. Bogor, 11 September 2007. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.
Inounu I, Martindah E, Saptati RA, Priyanti A. 2007. Potensi ekosistem pulau-pulau kecil dan terluar untuk pengembangan usaha sapi potong. Wartazoa. 17:156-164.
Jaelani LM. 2004. Pulau-pulau terluar. Dalam: Pertemuan Ilmiah Tahunan I. Surabaya, 13 Oktober 2004. Surabaya (Indonesia): Teknik Geodesi, ITS: hlm. 58-63.
Kusumo ATS. 2010. Optimalisasi pengelolaan dan pemberdayaan pulau-pulau terluar dalam rangka mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. J Dinamika Hukum. 10:328-337.
Lakitan B. 2013. Kebijakan sistem inovasi dalam membangun pusat unggulan peternakan. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Forum Komunikasi Industri Peternakan. Bogor, 13-19 September 2013. Bogor (Indonesia): Pusat Penelitian Bioteknologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Lupoyo MAL. 2014. Analisis kualitas daging sapi berdasarkan standar ASUH (Aman, sehat, utuh, halal) pada tempat pemotongan hewan di Kota Gorontalo Tahun 2013 [Tesis]. [Gorontalo (Indonesia)]: Universitas Negeri Gorontalo.
Mannatje LT. 2017. Ottochloa nodosa. FAO [Internet]. [cited 1 January 2018]. Available from: ttp://www.fao.org/ ag/agp/agpc/doc/gbase/data/pf000491.htm
Mariyono, Krishna NH. 2009. Pemanfaatann dan keterbatasan hasil ikutan pertanian serta strategi pemberian pakan berbasis limbah pertanian untuk sapi potong. Wartazoa. 19:31-42.
Nugroho SP. 2000. Strategi pengembangan sumber daya air di pulau-pulau kecil secara optimal dan berkelanjutan. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Ekosistem Pantai dan Pulau-Pulau Kecil dalam Konteks Negara Kepulauan. Yogyakarta (Indonesia): Universitas Gadjah Mada. hlm. 171-175.
Pelitawati S. 2006. Analisis potensi sumberdaya lahan untuk pengembangan sapi potong di Kabupaten Bangka [Tesis]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.
Prawiradiputra BR, Sutedi E, Sajimin, Fanindi A. 2012. Hijauan pakan ternak untuk lahan sub-optimal. Jakarta (Indonesia): IAARD Press.
Rumondang J, Setiadi Y, Hilwan I. 2016. Uji adaptabilitas Paspalum conjugatum Berg, Setaria splendida stapf, dan Vetiveria zizanoides (L) Nash, pada toksisitas almunium. J Silvikultur Trop. 7:211-216.
Samadi, Usman Y, Delima M. 2010. Kajian potensi limbah pertanian sebagai pakan ternak ruminansia di Kabupaten Aceh Besar. Agripet. 10:644.
Siregar CN. 2008. Analisis potensi daerah pulau-pulau terpencil dalam rangka meningkatkan ketahanan, keamanan nasional, dan keutuhan wilayah NKRI di Nunukan, Kalimantan Timur. J Sosioteknologi. 13:345-368.
Sitindaon SH. 2013. Inventarisasi potensi bahan pakan ternak ruminansia di Provinsi Riau. J Peternakan. 10:18-23.
Sutedi E, Talaohu SA, Herdiawan I, Handiwirawan E, Suratman, Affandhy I, Nasution SH. 2015. Daya dukung tanaman pakan ternak adaftif di pulau-pulau terluar wilayah Indonesia bagian Barat. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. (unpublished)
Tiesnamurti B, Handiwirawan E, Affandhy L, Herdiawan I, Sutedi E, Suratman, Talaohu SA, Nasution SH, Mulyana A, Herindra LD. 2016. Identifikasi pulau-pulau kecil sebagai pulau karantina atau pulau untuk budidaya sapi potong di Provinsi Kepulauan Riau. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.
Tim Redaksi. 2004. Pulau-pulau terluar Indonesia. Jakarta (Indonesia): Buletin Dishidros TNIAL Edisi 1/III.
Trisnadi G. 2015. Pulau karantina (sapi) pilhan atau keharusan. Membangun kesehatan hewan untuk kesehatan manusia [Internet]. [disitasi 1 Januari 2018]. Tersedia dari: https://karyadrh.blogspot.co.id/ 2015/01/pulau-karantina-sapi-pilihan-atau.html
Ugiansky R. 2010. Plant guide for Florida paspalum (Paspalum floridanum). Beltsville (US): USDA NRCS National Plant Materials Center.
Uva R, Neal J, Tomaso JD. 2010. Grass and grass-like weeds. Georgia Turf [Internet]. Available from: http://caes2. caes.uga.edu/commodities/turfgrass/georgiaturf/WeedMngt/GrassWeed.html
Vare H, Kukkonen I. 2005. Seven new species of Cyperus (Cyperaceae) section Arrenarri and one new combination and typication. Ann Bot Fenn. 42:473-483.
Widarti A, Sukaenih. 2015. Keragaman jenis pakan ternak dan ketersediaannya di wilayah sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 1:1565-1569.
Yusdja Y, Ilham N. 2004. Tinjauan kebijakan pengembangan agribisnis sapi potong. J Analisis Kebijakan Pertanian. 2:167-182.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

