Alternative Solution of Rabbit Development in the Lowlands
Abstract
Rabbits are known as livestock suitable to be raised in highland areas with relatively low temperatures. However, rabbits can still survive in lowland areas with relatively high temperatures. Several aspects should be considered to achieve an efficient and profitable rabbit production. An intensive rearing system should be carried out especially in selecting good breeding stock and providing a good nutritional feed. Environmental condition is important to be aware of since the condition that is less appropriate for rabbits, may cause lower production. The purpose of this paper is to discuss the problem and solution for developing rabbit production in lowland areas. The breed of rabbit and type of feed that is used for lowland areas are discussed. The main obstacle to raising rabbits in lowland areas is the relatively high temperature. Therefore, climate engineering around the cage becomes an important effort to reduce the air temperature, hence, providing a comfortable environment for rabbits to grow and reproduce.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
AbouZaher SE, Darwesh MR, Ghoname MS. 2020. Reduce energy and heat stress in closed rabbit housing under Egyptian delta zone conditions. MISR J Agric Eng. 37:373-392. doi: 10.21608/mjae.2020.42004.1006.
Agustian H. 2011. Analisis persepsi konsumen terhadap daging kelinci di kota Bogor [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.
Arnyke EV, Rosyidi D, Radiati LE. 2014. Peningkatan potensi pangan fungsional naget daging kelinci dengan substitusi wheat bran, pollard dan rumput laut. J Ilmu-Ilmu Peternakan. 24:56-71.
Ayoola MA, Fayeye TR, Ayorinde KL. 2016. Gestation length, litter size at birth and their effects on some reproductive traits of domestic rabbit in Nigeria. Nigerian J Agric Food Environ. 12:81-84.
Bahar S, Sudolar NR. 2017. Uji kesukaan pakan kelor (Moringa oleifera Lam.) pada ternak kelinci. Bul Pertanian Perkotaan. 7:1-5.
Bahar S, Sudolar NR. 2018. Peningkatan bobot kelinci melalui pemberian formula pakan mengandung ampas tahu. Bul Pertanian Perkotaan. 8:12-19.
Bahar S, Sudolar NR, Saenab A, Andayani D, Astuti EP. 2019a. Kajian Produktivitas Kelinci Pedaging Hyla, Hycole dan Rex di DKI Jakarta. Laporan Hasil Kegiatan Pengkajian. Jakarta (Indonesia): Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta.
Bahar S, Saenab A, Sudolar NR. 2019b. Pengaruh pemberian pakan pellet dan pakan hijauan terhadap pertumbuhan kelinci muda New Zealand White. Isyanto AY, Yusuf MN, Setia B, Sudrajat, Hakim DL, penyunting. Perdagangan Komoditas Pertanian di Era Industri 4,0: Peluang dan Tantangan. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Agribisnis III. Ciamis, 27 April 2019. Ciamis (Indonesia): Universitas Galuh. hlm. 200-205.
Bayu M. 2018. Pengaruh faktor produksi kelinci terhadap pendapatan peternak kelinci di Kecamatan Brastagi Kabupaten Karo [Skripsi]. Medan (Indonesia) Universitas Sumatera Utara.
Bodnar K, Bodnar G, Makra L, Fulop A, Farkas Z, Csepe Z, Privoczki ZI. 2019. Improving the microclimate of a rabbit house: Thermal insulation and air handling. World Rabbit Sci. 27:49-55. doi: 10.4995/wrs.2019.10588.
Brahmantiyo B, Raharjo YC, Savitri ND, Duldjaman M. 2009. Karakteristik reproduksi kelinci Rex, Satin dan Reza. Dalam: Sani Y, Natalia L, Brahmantyo B, Puastuti W, Sartika T, Nurhayati, Anggraeni A, Matondang RH, Martindah E, Estuningsih SE, penyunting. Teknologi Peternakan dan Veteriner untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Peternak. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 13-14 Agustus 2009. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 693-698.
Brahmantiyo B, Raharjo YC. 2011. Peningkatan produktivitas kelinci Rex, Satin dan persilangannya melalui seleksi. JITV. 16:243-252.
Dalle Zotte A, Paci G. 2013. Influence of rabbit sire genetic origin, season of birth and parity order on doe and litter performance in an organic production system. Asian-Aust J Anim Sci. 26:43-49.
Ditjen PKH. 2020. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta (Indonesia): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.
Fortun-Lamothe L, Prunier A, Bolet G, Lebas F. 1999. Physiological mechanisms involved in the effects of concurrent pregnancy and lactation of foetal growth and survival in the rabbit. Livest Prod Sci. 60:229-241.
Hastuti D, Subekti E, Subantoro R. 2020. Kajian Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Bahan Konsentrat Hijauan Pakan Ternak Kelinci. J Penelitian Agrisamudra. 7:111-122.
Hatem MH, Abdelbary KM, Mohamed BA, Nagwa AA. 2011. Effect of two housing systems on the productive and reproductive performance of rabbits. Conference: the 4th Egyptian Conference of Rabbit Sciences. Faculty of Agriculture, Cairo University, Giza, Egypt 28 October 2011. Available from: https://www.researchgate.net/publication/348735078.
Herawati T, Raharjo YC, Juarini E. 2011. Profil data dan analisis ekonomi usahatani kelinci di Magelang. Dalam: Prasetyo LH, Damayanti R, Iskandar S, Herawati T, Priyanto D, Puastuti W, Anggraeni A, Tarigan S, Wardhana AH, Dharmayanti NLPI, penyunting. Teknologi Peternakan dan Veteriner untuk Peningkatan Produksi dan Antisipatif Terhadap Dampak Perubahan Iklim. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 7-8 Juni 2011. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm.705-708.
Juarini E, Sumanto, Wibowo B. 2005. Ketersediaan teknologi dalam menunjang pengembangan kelinci di Indonesia. Raharjo YC, Yurmiati H, Diwyanto K, Inounu I, Priyanti A, Handiwirawan H, Susana, Brahmantiyo B, Mahendri IGAP, Nurhayati IS, Yunia L, penyunting. Prosiding Lokakarya Nasional Potensi dan Peluang Pengembangan Usaha Agribisnis Kelinci. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 121-130.
Lukefahr SD, Cheeke PR. 1990. Rabbit project planning strategies for develop countries. Livest Res Rural Dev [Internet]. 2:23. Available from: https://lrrd.cipav.org.co/lrrd2/3/cheeke2.htm
Manshur F. 2018. Kelinci - pemeliharaan secara ilmiah, tepat dan terpadu. Elwa MA, Aryani SN, penyunting. Bandung (Indonesia): Nuansa Cendekia.
Marhaeniyanto E, Rusmiwari S, Susanti S. 2015. Pemanfaatan daun kelor untuk meningkatkan produksi ternak kelinci New Zealand White. Buana Sains. 15:119-126.
Marhaeniyanto E, Susanti S. 2017. Penggunaan konsentrat hijau untuk meningkatkan produksi ternak kelinci New Zealand White. J Ilmu-Ilmu Peternakan. 27:28-39.
Maryani A, Kardaya D, Dihansih E. 2015. Performa produksi kelinci lokal yang diberikan pakan tambahan tepung daun sirsak (Annona muricata L). Fakultas Pertanian Universitas Djuanda. J Peternakan Nusantara. 1:17-24.
Marai IFM, Habeeb AAM, Gad EA. 2002. Rabbits’ productive, reproductive, and physiological performance traits as affected by heat stress: a review. Livest Prod Sci. 78:71-90.
Mas’ud CS, Tulung YRL, Umboh J, Rahasia CA. 2015. Pengaruh pemberian beberapa jenis hijauan terhadap performans ternak kelinci. J Zootek. 35:289-294.
Matics Z, Gerencsér Z, Kasza R, Terhes K, Nagy I, Radnai I, Zotte AD, Cullere M, Szendrő Z. 2021. Effect of ambient temperature on the productive and carcass traits of growing rabbits divergently selected for body fat content. Animal 15(2):100096. doi: 10.1016/j.animal.2020.100096
Maya-Soriano MJ, Taberner E, Sabés-Alsina M, Ramon J, Rafel O, Tusell L, Piles M, López-Béjar M. 2015. Daily exposure to summer temperatures affects the motile subpopulation structure of epididymal sperm cells but not male fertility in an in vivo rabbit model. Theriogenology. 84:384–389.
Mondin C, Trestini S, Trocino A, Di Martino G. 2021. The economics of rabbit farming: A pilot study on the impact of different housing systems. Animals. 11 (11):3040. https://doi.org/10.3390/ani11113040
Mutsami C, Karl S. 2020. Commercial rabbit farming and poverty in urban and peri-urban Kenya. Frontiers Vet Sci. 7:353. doi: 10.3389/fvets.2020.00353.
Nugroho SS, Budhi SPS, Panjono. 2012. Pengaruh penggunaan konsentrat dalam bentuk pellet dan mash pada pakan dasar rumput lapangan terhadap palatabilitas dan kinerja produksi kelinci jantan. Buletin Peternakan. 36:169-173.
Nuriyasa IM. 2017. Pemeliharaan kelinci lokal di daerah dataran rendah tropis. Gde Bidura IGN, penyunting. Denpasar (Indonesia): Penerbit Sasta Nulus.
Nuriyasa IM, Mastika IM, Puspani E. 2014. Retensi energy dan proteindalam tubuh kelinci lokal (Lepus nigricollis) pada lingkungan berbeda. Laporan Penelitian Unggulan Pertuguran Tinggi. Denpasar (Indonesia); Fakultas Peternakan Universitas Udayana.
Nursita IW, Cholis N, Kristianti A. 2013. Status fisiologi dan pertambahan bobot badan kelinci jantan lokal lepas sapih pada perkandangan dengan bahan atap dan ketinggian kandang berbeda. J Ilmu-Ilmu Peternakan. 23:1-6.
Puspani E, Roni NGK, Nuriyasa IM. 2015. Performans dan indeks kelembaban suhu kelinci jantan (Lepus nigricollis) yang dipelihara dengan luas lantai kandang dan diberi ransum dengan imbangan energi dan protein berbeda. Majalah Ilmiah Peternakan. 18:1-4.
Raharjo YC. 2012. Agribisnis kelinci skala mikro, kecil dan menengah dalam integrasi dengan hortikultura untuk penanggulangan gizi buruk/ketahanan pangan, tambahan pendapatan dan pemberdayaan tenaga kerja. Bogor (Indonesia): Balai Penelitian Ternak.
Raharjo YC, Brahmantiyo B. 2006. Plasma nutfah kelinci sebagai sumber pangan hewani dan produk lain bermutu tinggi. Prosiding Lokakarya Nasional Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Daya Genetik di Indonesia, Bogor 20 Desember 2006. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 257-265.
Rayahu P, Opi NAK, Widyasworo A. 2019. Analisis reproduksi kelinci persilangan New Zealand White di Kabupaten Blitar. AVES: J Ilmu Peternakan. 13:11-22.
Sarwono B. 2006. Kelinci potong dan hias. Jakarta (Indonesia) Agro Media Pustaka. Jakarta.
Savitri ND. 2009. Karakteristik reproduksi pada kelinci Rex, Satin dan Reza akibat seleksi berdasarkan total bobot sapih [Skripsi]. [Bogor (Indonesia)]: Institut Pertanian Bogor.
Setiadi MA, Khotijah L, Marina D, Hersade DM, Abdullah L. 2014. Peran Indigofera terhadap kualitas spermatozoa kelinci dan domba. Bunga Rampai Hasil Riset dan Pengembangan Indigofera zollingeriana. Abdullah L, Astuti DA. Makaira, penyunting. Bogor (Indonesia) IPB Press. hlm. 126-131.
Sudolar NR, Bahar S. 2017. Karakteristik reproduksi beberapa jenis kelinci pejantan dan betina di DKI Jakarta. Buletin Pertanian Perkotaan. 7:6-12.
Szendro Z, Papp Z, Kustos K. 2018. Effect of ambient temperature and restricted feeding on production of rabbit does and kits. Acta Agraria Kaposvar. 22:1–17.
Wardhana RP, Satrya FD, Sudiyono, Dewanti R. 2014. Pengaruh penggunaan klobot jagung segar dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta produksi karkas kelinci peranakan New Zealand White jantan. Buletin Peternakan. 38:150-156.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

